Performance : Jurnal Bisnis dan Akuntansi
Vol 16 No 1 (2026): Performance: Jurnal Bisnis & Akuntansi

IDENTIFIKASI DAN MITIGASI RISIKO SYARIAH PADA PERBANKAN SYARIAH: SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW

Hairul Mar’i (Program Studi Magister Akuntansi, Fakultas Pascasarjana, Universitas Muhammadiyah Makassar)
Nurbiah Nurbiah (Program Studi Magister Akuntansi, Fakultas Pascasarjana, Universitas Muhammadiyah Makassar)
A. Ifayani Haanurat (Program Studi Magister Akuntansi, Fakultas Pascasarjana, Universitas Muhammadiyah Makassar)
Ramly Ramly (Program Studi Magister Akuntansi, Fakultas Pascasarjana, Universitas Muhammadiyah Makassar)



Article Info

Publish Date
06 Aug 2026

Abstract

Pertumbuhan industri perbankan syariah Indonesia yang pesat — dengan total aset menembus Rp1.028,18 triliun pada Oktober 2025 dan tumbuh 11,34% (yoy) (OJK, 2025) — tidak serta-merta membebaskan lembaga keuangan syariah (LKS) dari risiko. Berbeda dari bank konvensional, LKS menghadapi risiko unik berupa ketidakpatuhan terhadap prinsip syariah (shariah non-compliance risk) yang berdampak pada keabsahan transaksi, kerugian finansial, dan reputasi. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi jenis-jenis risiko syariah serta menganalisis strategi mitigasinya berdasarkan sintesis literatur terdahulu. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan pendekatan PRISMA (Page et al., 2021), menelusuri artikel dari basis data dan mesin pencari akademik nasional (Garuda, Google Scholar) maupun internasional (Scopus, Emerald, SpringerLink) yang membahas risiko syariah, shariah non-compliance risk, dan peran Dewan Pengawas Syariah (DPS). Dari 32 rekaman awal yang diperoleh melalui empat tema pencarian, 12 artikel memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis sebagai unit sintesis. Hasil kajian menunjukkan bahwa risiko syariah mencakup risiko kepatuhan, reputasi, hukum, operasional, dan produk syariah, di samping risiko khas syariah berupa risiko imbal hasil dan risiko investasi. Identifikasi risiko umumnya dilakukan melalui pemetaan akad, kajian fatwa, audit syariah internal, dan pengembangan Key Risk Indicator (KRI) berbasis data. Mitigasi yang paling banyak direkomendasikan meliputi penguatan independensi DPS, standardisasi akad berbasis fatwa DSN-MUI, audit syariah berkala, dan penanaman budaya kepatuhan syariah. Studi ini menyimpulkan bahwa efektivitas manajemen risiko syariah sangat bergantung pada tata kelola syariah yang terintegrasi antara regulator, DPS, dan manajemen internal LKS.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

FEB

Publisher

Subject

Economics, Econometrics & Finance

Description

PERFORMANCE : Jurnal Bisnis & Akuntansi adalah jurnal yang memberikan wacana keilmuan tentang akuntansi, bisnis dan manajemen secara praktis. Artikel yang dipublikasikan pada jurnal ini meliputi berbagai bahasan dimulai dari hasil kajian khusus, evaluasi kritis sampai dengan penelitian empiris. ...