Latar belakang: Seiring bertambahnya usia, lansia sering mengalami penurunan baik fisik maupun mental, seperti melemahnya kekuatan otot, keseimbangan, serta risiko gangguan suasana hati bahkan isolasi sosial sehingga dapat menimbulkan depresi. Kondisi tersebut dapat merusak kualitas hidup dan meningkatkan ketergantungan lansia pada orang lain. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis dan intensitas aktivitas fisik yang efektif dalam menganalisis pengaruh aktivitas fisik terhadap kesehatan mental lansia di panti Sosial Rehabilitasi Lanjut Usia dan Rehabilitasi Penyandang Disabilitas Mulia Dharma Provinsi Kalimantan Barat. Metode: penelitian ini merupakan penelitian Quasi Experimental study dengan pretest post test design with control group dengan jumlah lansia 20 orang orang lansia kelompok intervensi dan 20 lansia dengan kelompok kontrol di UPT Panti Sosial Rehabilitasi Lanjut Usia dan Rehabilitasi Penyandang Disabilitas (PSRLURPD) Mulia Dharma. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok intervensi mengalami penurunan rerata skor gangguan kesehatan mental yang signifikan dari 14,50 menjadi 8,20 setelah diberikan aktivitas fisik terstruktur (p-value=0,000), sedangkan kelompok kontrol tidak menunjukkan perubahan bermakna dari 13,90 menjadi 13,10 (p-value=0,070). Temuan ini menunjukkan bahwa aktivitas fisik efektif dalam meningkatkan kesehatan mental lansia di lingkungan panti sosial. Simpulan: aktivitas fisik dapat dijadikan sebagai intervensi nonfarmakologis yang efektif, murah, aman, dan mudah diterapkan dalam upaya meningkatkan kesehatan mental lansia. Oleh karena itu, pengelola panti sosial diharapkan dapat mengembangkan program aktivitas fisik yang terstruktur dan berkelanjutan sebagai bagian dari pelayanan kesehatan holistik bagi lansia.
Copyrights © 2026