Penyakit Tidak Menular (PTM) saat ini mendominasi angka mortalitas dan morbiditas secara global, dan salah satu jenis PTM yang prevalensinya terus meningkat adalah Gout Arthritis (asam urat). Penyakit ini disebabkan oleh akumulasi kadar asam urat berlebih (hiperurisemia) yang membentuk kristal di area persendian sehingga memicu peradangan dan nyeri intens. Kurangnya pengetahuan keluarga mengenai pola makan rendah purin dan manajemen perawatan menjadi pemicu kekambuhan. Tujuan merencanakan dan menerapkan Manajemen Asuhan Keperawatan Keluarga yang Service Excellent pada Ny. T dengan Gout Arthritis di Desa Bangun Rejo, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara. Metode studi kasus dengan pendekatan deskriptif; pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi non-partisipan, dan telaah dokumen. Subjek penelitian adalah Ny. T berusia 66 tahun dengan Gout Arthritis. Penelitian dilaksanakan pada 13–22 Februari 2026. Hasil ditemukan dua diagnosis keperawatan prioritas, yaitu nyeri kronis (D.0078) berhubungan dengan kondisi muskuloskeletal kronis, dan defisit pengetahuan (D.0111) berhubungan dengan kurang terpapar informasi. Kadar asam urat awal 10 mg/dL dengan skala nyeri 8. Setelah dilakukan implementasi lima Tugas Kesehatan Keluarga (edukasi, dukungan koping, kompres dingin, modifikasi lingkungan, dan pemanfaatan fasilitas kesehatan), keluhan nyeri berkurang dan pemahaman keluarga meningkat. Kesimpulan penerapan manajemen asuhan keperawatan keluarga berbasis service excellent dan budaya PACER terbukti efektif meningkatkan kemandirian keluarga dan menurunkan tingkat keparahan gejala Gout Arthritis pada Ny. T.
Copyrights © 2026