Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah membawa perubahan yang signifikan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk bidang pendidikan. Pemanfaatan teknologi digital dalam proses pembelajaran memberikan kemudahan bagi peserta didik untuk mengakses informasi, berkomunikasi dengan guru, serta menyelesaikan tugas akademik secara lebih efektif dan efisien. Namun, di balik berbagai manfaat tersebut, penggunaan teknologi digital yang berlebihan juga dapat menimbulkan dampak negatif salah satunya yaitu semakin banyak ditemukan siswa yang mengalami digital fatigue di tandai dengan kondisi kelelahan fisik, mental, dan emosional. Tujuan pemelitian ini untuk mengidentifikasi hubungan antara digital fatigue dan academic burnout pada siswa SMK Ma’arif di era pembelajaran digital. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Teknik sampling menggunakan total sampling dengan jumlah responden 110 yaitu seluruh siswa kelas 10. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner Digital Fatigue Scale (DFS) dan Maslasch Burnout Inventory-Student Survey (MBI-SS). Analisis data menggunakan korelasi spearman. Berdasarkan hasil uji normalitas menunjukkan bahwa data kelelahan digital (p=0,006) dan kejenuhan akademik (p=0,003) tidak terdistribusi normal. Kemudian analisis korelasi Spearman menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan secara statistik antara kelelahan digital dan kejenuhan akademik (rₛ=0,510; p<0,001; n=110). Terdapat hubungan yang signifikan dengan arah positif antara digital fatigue dan academic burnout pada siswa. Semakin tinggi digital fatigue yang dialami siswa, maka semakin tinggi pula academic burnout yang dirasakan.
Copyrights © 2026