Status mental pada lansia cenderung mengalami penurunan seiring bertambahnya usia sehingga dapat memengaruhi kualitas hidup dan kemandirian lansia. Salah satu faktor yang diduga berperan dalam mempertahankan status mental lansia adalah dukungan keluarga. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan dukungan keluarga dengan status mental pada lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Krueng Barona Jaya Aceh Besar. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi berjumlah 776 lansia dengan sampel sebanyak 88 responden yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Dukungan keluarga diukur menggunakan kuesioner berdasarkan teori Friedman, sedangkan status mental diukur menggunakan Mini Mental State Examination (MMSE). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memperoleh dukungan keluarga kategori cukup (76,1%) dan sebagian besar memiliki status mental kategori gangguan kognitif ringan (84,1%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan status mental lansia (p = 0,042; p < 0,05). Disimpulkan bahwa dukungan keluarga berperan dalam mempertahankan status mental lansia. Oleh karena itu, penguatan peran keluarga melalui dukungan emosional, informasional, instrumental, dan penghargaan perlu diintegrasikan dalam pelayanan kesehatan lansia di tingkat pelayanan primer
Copyrights © 2026