Transformasi digital memperluas cakupan Sistem Pengendalian Manajemen (SPM) dari pengendalian strategis dan perilaku menuju pengendalian digital yang bertumpu pada tiga pilar teknis: tata kelola data (data governance), kecerdasan buatan (artificial intelligence), dan pengendalian keamanan siber (cyber control). Penelitian ini bertujuan memetakan konsep dan ruang lingkup ketiga pilar sebagai perluasan pengendalian digital dalam kerangka SPM, menganalisis keterkaitan integratif ketiganya sebagai satu ekosistem tata kelola digital yang saling memperkuat dan merumuskan proposisi teoretis mengenai hubungan integrasi tata kelola digital dengan kematangan digital dan kinerja organisasi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif berjenis studi kepustakaan (library research) dengan sumber utama buku Tata Kelola Data dan Pengendalian Digital, dilengkapi literatur pendukung, regulasi, dan laporan lembaga resmi, yang dianalisis melalui analisis isi dan analisis tematik. Hasil kajian menunjukkan tata kelola data menjadi fondasi yang menjamin kualitas dan keandalan informasi; kecerdasan buatan memperkuat perencanaan, pengukuran kinerja, dan deteksi risiko, tetapi menuntut tata kelola algoritma yang bertanggung jawab agar tidak menimbulkan bias; sedangkan cyber control melindungi aset data dan sistem AI dari ancaman siber. Ketiga pilar saling bergantung dan membentuk ekosistem tata kelola digital yang hubungannya dengan kinerja organisasi bersifat kontingen, dipengaruhi kepemimpinan digital, kesiapan sumber daya manusia, dan budaya berbasis data. Penelitian ini berkontribusi berupa kerangka integratif tiga pilar tata kelola digital sebagai landasan konseptual bagi penelitian empiris lanjutan dan praktik pengendalian manajemen di era kecerdasan buatan.
Copyrights © 2026