Penerapan gaya hidup sehat perlu diperkuat melalui edukasi berbasis masyarakat yang mendorong pemanfaatan bahan pangan lokal sebagai bagian dari pola konsumsi sehari-hari. Cincau hijau (Cyclea barbata Miers) merupakan salah satu pangan lokal yang berpotensi dikembangkan sebagai bahan pangan sehat dan bernilai tambah, tetapi pemanfaatannya di masyarakat masih terbatas. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu PKK dalam menerapkan gaya hidup sehat melalui pemanfaatan cincau hijau sebagai bahan pangan lokal serta mendorong pemanfaatannya dalam menu makanan sehat keluarga. Kegiatan dilaksanakan pada 31 Agustus 2025 di Kelurahan Joglo, Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta, dengan melibatkan 25 anggota PKK, 5 dosen, dan 2 mahasiswa Universitas Dharma AUB Surakarta. Metode yang digunakan adalah Participatory Learning and Action (PLA) melalui edukasi, diskusi, demonstrasi, praktik langsung pengolahan cincau hijau, dan evaluasi. Evaluasi dilakukan secara deskriptif berdasarkan observasi dan respons peserta terhadap enam indikator ketercapaian. Hasil kegiatan menunjukkan tingkat ketercapaian rata-rata sebesar 94%. Pemahaman konsep gaya hidup sehat dan tahapan pengolahan cincau hijau masing-masing mencapai 100%; pemahaman manfaat cincau hijau, kesadaran memanfaatkan pangan lokal, dan pemahaman peluang pengembangan produk olahan mencapai 92%, sedangkan kemampuan mengikuti tahapan pengolahan mencapai 87,3%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa edukasi dan praktik langsung efektif meningkatkan pemahaman dan keterampilan peserta serta mendorong pemanfaatan cincau hijau sebagai bagian dari pilihan menu makanan sehat keluarga.
Copyrights © 2026