Kemajuan teknologi digital yang pesat telah mengubah sektor pariwisata dari pengelolaan destinasi konvensional menjadi ekosistem pariwisata pintar yang terintegrasi. Transformasi ini tidak hanya meningkatkan layanan pariwisata dan pengalaman pengunjung, tetapi juga menciptakan peluang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif melalui kolaborasi pemangku kepentingan dan inovasi digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji evolusi ekosistem pariwisata pintar dan kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi inklusif menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Tinjauan ini mengikuti pedoman PRISMA untuk mengidentifikasi, menyaring, mengevaluasi, dan mensintesis publikasi ilmiah yang relevan tentang pariwisata pintar, teknologi digital, dan pembangunan ekonomi inklusif. Temuan tersebut menunjukkan bahwa konsep pariwisata pintar telah berkembang dari aplikasi berorientasi teknologi menjadi ekosistem kolaboratif yang melibatkan pemerintah, bisnis pariwisata, masyarakat lokal, penyedia teknologi, akademisi, dan wisatawan. Selain itu, teknologi seperti Kecerdasan Buatan (AI), Internet of Things (IoT), Big Data, Cloud Computing, dan Blockchain telah menjadi pendorong utama inovasi, integrasi layanan, dan daya saing destinasi. Namun, literatur juga mengungkapkan bahwa studi yang membahas hubungan antara ekosistem pariwisata pintar dan pertumbuhan ekonomi inklusif tetap terbatas. Studi ini mengusulkan kerangka konseptual yang menekankan kolaborasi pemangku kepentingan dan inovasi digital sebagai mekanisme utama untuk mempromosikan pengembangan pariwisata yang berkelanjutan dan inklusif.
Copyrights © 2026