Pengelolaan sampah organik rumah tangga masih menjadi salah satu permasalahan lingkungan di Desa Ngentak, Kelurahan Mojayan, Kecamatan Klaten Tengah, Kabupaten Klaten. Hasil observasi menunjukkan bahwa masyarakat belum melakukan pemilahan sampah sejak dari sumber, sampah organik umumnya dibuang atau dibakar, serta belum memiliki pengetahuan dan keterampilan mengenai pembuatan kompos bokashi dan lubang resapan biopori. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah organik melalui penerapan kompos bokashi dan lubang resapan biopori. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui tahapan observasi, koordinasi, sosialisasi, pelatihan, praktik, monitoring, dan evaluasi. Kegiatan dilaksanakan pada 28 Juni–19 Juli 2026 dengan melibatkan 25 peserta yang terdiri atas masyarakat umum dan anggota PKK. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, diskusi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta memahami proses pembuatan kompos bokashi dan lubang resapan biopori serta berpartisipasi aktif dalam seluruh rangkaian kegiatan. Monitoring menunjukkan bahwa kompos bokashi yang dibuat selama pelatihan telah mengalami proses fermentasi dengan baik dan siap dimanfaatkan sebagai pupuk organik. Selain itu, praktik pembuatan lubang resapan biopori berhasil dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan resapan air sekaligus mendukung pengelolaan sampah organik. Program ini berkontribusi dalam meningkatkan kapasitas masyarakat untuk menerapkan pengelolaan lingkungan yang lebih berkelanjutan.
Copyrights © 2026