Infrastruktur jalan merupakan komponen penting dalam mendukung mobilitas sehingga kondisi perkerasan perlu dievaluasi secara akurat dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kondisi perkerasan jalan pada bentang tengah Jembatan Suramadu menggunakan data point cloud LiDAR multitemporal berbasis Airborne Laser Scanning (ALS) yang dikombinasikan dengan orthophoto. Metode penelitian meliputi pembentukan Digital Elevation Model (DEM), identifikasi kerusakan melalui interpretasi visual orthophoto, serta analisis kuantitatif kedalaman lubang berdasarkan data elevasi dengan mempertimbangkan kemiringan melintang jalan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada periode ke-3 kedalaman lubang berada pada rentang 0,011–0,072 m dengan klasifikasi 4 titik aman, 4 titik sedang, dan 2 titik bahaya, sedangkan pada periode ke-5 berubah menjadi -0,015–0,089 m dengan klasifikasi 6 titik aman, 1 titik sedang, dan 3 titik bahaya. Peningkatan kedalaman mengindikasikan degradasi perkerasan, sedangkan penurunan hingga nol atau negatif menunjukkan adanya perbaikan yang terverifikasi melalui orthophoto. Secara umum, perubahan kondisi perkerasan lebih dominan terjadi pada aspek vertikal dibandingkan luas area kerusakan. Integrasi data LiDAR multitemporal dan orthophoto terbukti efektif dalam mendukung evaluasi kondisi perkerasan jalan secara kuantitatif dan visual.
Copyrights © 2026