Penelitian ini membahas perancangan kampanye visual “Gerakan Tanam Seribu Pohon” di Semarang sebagai strategi komunikasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap penghijauan dalam menghadapi panas ekstrem di Semarang Timur. Minimnya ruang terbuka hijau memperparah kondisi pulau panas perkotaan dengan suhu mencapai 38°C pada musim kemarau 2023 menurut data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan tahapan perancangan mengikuti lima langkah Robin Landa, yaitu strategi, konsep, desain, produksi, dan implementasi. Kampanye disusun secara edukatif dan persuasif dengan pemanfaatan warna hijau sebagai simbol penghijauan serta oranye sebagai representasi panas ekstrem yang dikontraskan secara visual. Sasaran kegiatan difokuskan pada kelompok ibu-ibu penggerak kesejahteraan keluarga dan masyarakat di Kecamatan Gayamsari serta Pedurungan. Hasil perancangan menghasilkan delapan media komunikasi visual berupa poster, stiker, dan produk ramah lingkungan dalam bentuk prototipe. Walaupun belum diterapkan di lapangan, hasil menunjukkan potensi besar untuk menumbuhkan partisipasi masyarakat dan memperkuat citra kota peduli lingkungan. Simpulan menegaskan bahwa pendekatan visual berbasis komunitas efektif membangun kesadaran sekaligus mendorong perubahan perilaku kolektif terkait isu lingkungan perkotaan.
Copyrights © 2026