Perguruan tinggi memerlukan informasi biaya yang akurat untuk menetapkan biaya pendidikan dan mendukung pengalokasian sumber daya. Penelitian ini bertujuan menghitung unit cost dan Uang Kuliah Tunggal Program Studi S1 Keperawatan Universitas Mohammad Natsir Yarsi Bukittinggi menggunakan Activity-Based Costing (ABC). Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi langsung, telaah dokumen, dan studi pustaka, kemudian dianalisis secara kualitatif dengan perhitungan menggunakan Microsoft Excel. Aktivitas layanan pendidikan dikelompokkan menjadi pusat aktivitas langsung dan tidak langsung. Biaya langsung mencakup tenaga pendidik, gedung, sarana kuliah dan praktikum, bahan habis pakai, ujian, kegiatan klinik, KKN, serta proposal dan skripsi. Biaya tidak langsung mencakup depresiasi sarana pusat, gaji pegawai pusat, bahan habis pakai nonpembelajaran, biaya umum, pemeliharaan, kegiatan penunjang lain, dan wisuda. Hasil menunjukkan total biaya langsung yang dilaporkan sebesar Rp582.330.326 dan biaya tidak langsung Rp206.447.023. UKT berbasis ABC per semester berada pada rentang Rp4.602.013–Rp5.564.542. Seluruh hasil perhitungan ABC lebih rendah daripada tarif sebelumnya, dengan selisih Rp259.007–Rp1.667.431. Temuan ini mengimplikasikan bahwa ABC dapat memperkuat transparansi biaya, mendukung penetapan UKT yang lebih rasional, dan membantu manajemen mengenali aktivitas yang paling banyak menyerap sumber daya.
Copyrights © 2026