Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji Novel Bumi Manusia karya Pramoedya Ananta Toer menggunakan pendekatan realis-sosiologi dalam kerangka model Ian Watt. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bumi Manusia merupakan novel realis yang secara konsisten menerapkan prinsip-prinsip realisme formal Watt, meliputi konsentrasi pada kehidupan sehari-hari, penggunaan detail spesifik, probabilitas peristiwa, alur waktu kronologis, dan representasi kesadaran individu tokoh. Sedangkan berdasarkan konteks sosial pengarang Pramoedya Ananta Toer sangat dipengaruhi oleh pengalaman hidupnya di masa penjajahan Belanda dan rezim Orde Baru, di mana dirinya sendiri menjadi korban penindasan politik. Latar belakang ini yang kemudian membentuk pemikirannya terhadap sistem kolonial dan ketidakadilan sosial. Hal ini kemudian diekspresikan melalui novel Bumi Manusia. Selanjutnya, kondisi sosial masyarakat pada masa kolonial tercermin melalui penggambaran stratifikasi masyarakat yang tajam dalam novel, dimana kaum Eropa menempati posisi tertinggi, disusul oleh kaum Indo, sementara pribumi berada di lapisan terbawah yang mengalami berbagai bentuk diskriminasi dan marginalisasi. Dalam hal ini, fungsi sosial novel ini berperan sebagai alat kritik sosial terhadap sistem kolonial sekaligus media pembentuk kesadaran nasional, dengan menunjukkan bagaimana penindasan sistemik bekerja dan bagaimana perlawanan terhadapnya bisa dimulai. Temuan dalam hasil analisis ini mengungkap bahwa novel tersebut berhasil membongkar isu dan mitos kolonial tentang superioritas Eropa dan inferioritas pribumi melalui narasi dan dialog yang ada di dalam novel.
Copyrights © 2025