Latar Belakang: Persaingan antar saudara merupakan masalah psikososial yang umum terjadi pada anak usia prasekolah dan dapat mengganggu regulasi emosi, perilaku sosial, serta keharmonisan keluarga. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan hampir 10 juta anak di Asia mengalami persaingan antar saudara, sementara di Indonesia sekitar 75% anak menunjukkan perilaku yang terkait dengan persaingan tersebut, seperti agresi dan ledakan emosi. Di Kabupaten Malang, Jawa Timur, dilaporkan 63,3% anak mengalami persaingan antar saudara, menunjukkan kebutuhan mendesak akan intervensi pencegahan berbasis keluarga. Jenis pola asuh dianggap sebagai faktor penting yang memengaruhi perkembangan emosi anak dan interaksi antar saudara.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara jenis pola asuh dengan kejadian sibling rivalry pada anak usia 4–6 tahun di TK Negeri Pembina 1 Malang.Metode: Penelitian ini merupakan studi observasional analitik dengan desain korelasional dan pendekatan cross sectional yang melibatkan 67 responden dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstandarisasi mengenai pola asuh dan sibling rivalry, kemudian dianalisis menggunakan uji Spearman Rho.Hasil: Jenis pola asuh demokratis merupakan yang paling dominan (44,8%), sementara sibling rivalry sebagian besar dikategorikan rendah (58,2%). Hasil uji Spearman Rho menunjukkan nilai p = 0,000 (α < 0,05) dan r = -0,436, yang menunjukkan adanya korelasi negatif signifikan dengan kekuatan sedang. Temuan ini menunjukkan bahwa jenis pola asuh yang lebih baik berkaitan dengan tingkat sibling rivalry yang lebih rendah pada anak prasekolah.Kesimpulan: Terdapat hubungan signifikan antara jenis pola asuh orang tua dengan kejadian sibling rivalry pada anak usia 4–6 tahun. Pola asuh yang ditandai dengan komunikasi terbuka, pengawasan yang seimbang, dan responsivitas emosional, khususnya pola asuh demokratis dan situasional, berhubungan dengan tingkat sibling rivalry yang lebih rendah.Saran: Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengkaji intervensi pengasuhan serta menggunakan pendekatan longitudinal guna memahami dinamika sibling rivalry secara lebih mendalam.
Copyrights © 2026