Kota Surabaya, merupakan ibu kota Provinsi Jawa Timur, memiliki jumlah penduduk sekitar 3 juta jiwa. Kota Surabaya khususnya di Kecamatan Sambikerep, memerlukan peningkatan fungsi kawasan perkotaan untuk mendukung pertumbuhan sosial, budaya, dan ekonomi melalui pengembangan aksesibilitas dan konektivitas jalan. Analisis terhadap konektivitas wilayah menunjukkan pentingnya preservasi jalan untuk meningkatkan keselamatan pengguna dan mendukung mobilitas regional. Penelitian ini mengevaluasi kondisi kerusakan pada empat ruas jalan, yaitu Jalan Raya Ngemplak (4,00%), Jalan Raya Bungkal (3,87%), Jalan Raya Sawo (5,22%), dan Jalan Bumi Indah (4,53%) berdasarkan nilai Road Condition Index (RCI) dengan delapan parameter kerusakan, meliputi retak memanjang, retak kulit buaya, pelepasan butir, tambalan, sungkur, lubang, retak bahu jalan, dan amblas. Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) digunakan untuk menentukan prioritas perbaikan berdasarkan delapan kriteria: pendidikan (0,1369), kondisi jalan mantap (0,2302), perdagangan (0,1017), arus stabil (0,2606), pariwisata (0.,1039), kemacetan (0,0581), arus tidak stabil (0,0638), dan kondisi jalan tidak mantap (0,0448). Hasil analisis menunjukkan prioritas perbaikan ruas jalan adalah Jalan Raya Ngemplak (0,5176), Jalan Raya Bungkal (0,5385), Jalan Raya Sawo (0,3294), dan Jalan Bumi Indah (0,4444), mengacu pada kebutuhan masyarakat untuk mendukung aktivitas sehari-hari.
Copyrights © 2026