Ketepatan perencanaan permintaan sangat dibutuhkan untuk dapat meningkatkan efisiensi dan menjamin kelancaran dari operasional proses bisnis perusahaan. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi Perusahaan untuk dapat memperkirakan atau memprediksi kebutuhan persediaan berdasarkan permintaan yang ada.Tujuan utama dari penelitian ini adalah ingin membandingkan beberapa metode peramalan diantaranya Moving Average, Weighted Moving Average, Single Exponential Smoothing dan Holts Double Exponential Smoothing untuk memperoleh hasil yang terbaik yang telah sesuai dengan karakteristik data permintaan yang dimiliki. Hasil menunjukkan bahwa metode Holts Double Exponential Smoothing dengan parameter α = 0,3 dan β = 0,2 menghasilkan performa terbaik dengan nilai akurasi permintaan MAD = 1,365; MSE = 4,14 dan MAPE = 11,9%. Sehingga, penggunaan metode Holts Double Exponential Smoothing dapat dijadikan alternatif pertimbangan dalam pengambilan keputusan karena menghasilkan tingkat kesalahan atau error yang paling rendah.
Copyrights © 2026