Penelitian ini bertujuan mendekonstruksi ideologi pemasaran “Pelanggan adalah Raja” dalam aktivitas ekonomi di Cafe dan Kios Fokha STFT GKI I.S Kijne. Ideologi tersebut dinilai membentuk relasi kuasa yang timpang, di mana pelanggan memposisikan diri sebagai pihak dominan sementara pelayan yang sebagian besar adalah mahasiswa, ditempatkan sebagai pihak subordinat, sehingga berpotensi mereduksi martabat manusia dalam perspektif Imago Dei. Penelitian ini menggunakan Pendekatan Kualitatif, jenis Studi Kasus Intrinsik dengan perspektif dekolonisasi melalui observasi, refleksivitas peneliti, studi pustaka, serta kuesioner kepada pelayan dan pelanggan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ideologi “Pelanggan adalah Raja” termanifestasi dalam bentuk komunikasi verbal yang merendahkan, gestur dominatif, pelanggaran prosedur pelayanan, serta reproduksi hierarki sosial di ruang transaksi. Temuan ini mengindikasikan adanya micro-oppression yang memperpanjang warisan kolonialfeodal dalam praktik ekonomi sehari-hari. Sebagai alternatif, Cafe dan Kios Fokha, yang bermakna “sejahtera” dalam bahasa Sentani, ditafsirkan sebagai ruang dialektika teologi dan ekonomi yang menekankan relasi egaliter berbasis koinonia dan resiprositas. Penelitian ini menegaskan pentingnya transformasi paradigma dari orientasi keuntungan dan dominasi menuju sistem ekonomi berkeadilan yang memulihkan martabat penjual dan pembeli sebagai sesama
Copyrights © 2026