Sebagian besar pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia masih mencatat transaksi usahanya secara sederhana, sebatas mencatat kas masuk dan kas keluar tanpa mengacu pada standar akuntansi yang berlaku. Kondisi serupa terjadi pada UMKM jasa cuci sepatu dan sandal COYS milik Bapak Hanif di Kota Semarang sehingga pemilik usaha kesulitan mengetahui besaran laba yang sesungguhnya diperoleh setiap bulan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mendampingi penyusunan laporan keuangan UMKM COYS berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro, Kecil, dan Menengah (SAK EMKM) sekaligus menganalisis dampaknya terhadap akuntabilitas dan kinerja keuangan usaha. Kegiatan dilaksanakan melalui empat tahap, yaitu observasi kondisi usaha, wawancara dengan pemilik, dokumentasi bukti transaksi, dan pendampingan langsung dalam menyusun jurnal umum, buku besar, neraca saldo, hingga laporan keuangan lengkap berdasarkan data transaksi bulan November 2025. Hasil pendampingan menunjukkan bahwa UMKM COYS berhasil menyusun laporan posisi keuangan, laporan laba rugi, dan catatan atas laporan keuangan yang sebelumnya tidak pernah dibuat. Pendapatan jasa yang tercatat pada periode tersebut mencapai Rp17.250.000,00, dengan beban operasional sebesar Rp4.226.017,00, sehingga diperoleh laba bersih sebesar Rp13.023.983,00. Penyusunan laporan keuangan tersebut meningkatkan transparansi pencatatan transaksi dan memberi pemilik usaha alat evaluasi yang lebih terukur untuk memantau pendapatan, beban, dan laba usaha pada setiap periode. Pendampingan berbasis SAK EMKM ini terbukti mampu mendorong akuntabilitas serta mendukung perbaikan kinerja keuangan pada UMKM berskala mikro.
Copyrights © 2026