PT. ANTAM Tbk. UBPB Tayan menggunakan sistem tambang terbuka dalam operasionalnya, dengan urutan penambangan, yaitu penggalian, pemuatan, dan pengangkutan ke stockpile. Manajemen stockpile secara periodik perlu dilakukan untuk mengetahui kuantitas bauksit yang masuk dan keluar. Pengukuran stockpile di PT. ANTAM Tbk UBPB Tayan masih menggunakan metode terestris dengan total station yang membutuhkan lebih banyak manpower, waktu pengukuran yang lebih lama, serta berisiko tinggi karena bentuk permukaan stockpile yang tidak stabil. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan metode pengukuran stockpile yang lebih aman dan efisien serta menghasilkan data yang akurat. Penelitian ini berfokus pada perbandingan akurasi antara metode pengukuran UAV dan total station dengan membandingkan hasil pengukurannya terhadap data timbangan sebagai acuan. Uji perbandingan mengacu pada standar ASTM D6172-98 dengan toleransi ≤2%. Hasil perbandingan antara UAV, total station dan timbangan menunjukkan bahwa ketiga hasil pengukuran menggunakan UAV memiliki hasil yang mendekati timbangan dan memenuhi standar ASTM dengan persentase -0,07%, 0,07%, dan -0,53%, sedangkan pada total station hanya dua hasil pengukuran yang mendekati timbangan dan memenuhi standar ASTM dengan persentase 2,82%, -0,08% dan 1,22%. Selain itu, pengukuran menggunakan UAV terbukti lebih efisien jika dibandingkan dengan total station dalam hal efisiensi waktu pengukuran, efisiensi sumber daya manusia, minim risiko dan hasil pengukuran yang akurat.
Copyrights © 2026