Pengelolaan sampah di pasar tradisional masih menghadapi berbagai tantangan, terutama rendahnya kesadaran dan partisipasi pedagang dalam melakukan pemilahan sampah sejak dari sumber. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa permasalahan pengelolaan sampah tidak hanya berkaitan dengan keterbatasan sarana dan prasarana, tetapi juga dipengaruhi oleh aspek perilaku dan kapasitas masyarakat. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran edukasi lingkungan sebagai strategi pemberdayaan sosial dalam meningkatkan partisipasi pedagang terhadap pengelolaan sampah di Pasar Induk Gedebage, Kota Bandung. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain penelitian lapangan (field research). Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara informal, diskusi dengan pedagang dan pengelola pasar, serta dokumentasi selama pelaksanaan edukasi lingkungan berbasis door-to-door. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan edukasi lingkungan berbasis door-to-door mampu membangun proses pembelajaran yang lebih dialogis, kontekstual, dan partisipatif sehingga meningkatkan pemahaman pedagang mengenai pemilahan sampah, menumbuhkan kesadaran lingkungan, dan memperkuat partisipasi dalam menjaga kebersihan pasar. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa perubahan perilaku tidak hanya dipengaruhi oleh penyampaian informasi, tetapi juga oleh proses komunikasi interpersonal dan pembelajaran sosial yang berlangsung selama kegiatan edukasi. Temuan penelitian menegaskan bahwa edukasi lingkungan merupakan strategi pemberdayaan sosial yang efektif dalam mendorong pengelolaan sampah berbasis partisipasi pada komunitas pasar tradisional serta berkontribusi dalam pengembangan model edukasi lingkungan berbasis door-to-door yang adaptif terhadap karakteristik masyarakat pasar.
Copyrights © 2026