Industri fashion memiliki peran strategis dalam ekonomi kreatif, termasuk di Surabaya. Namun, pelaku usaha fashion masih menghadapi keterbatasan dalam mengakses dan menerjemahkan panduan fashion trend forecast global ke dalam pengembangan produk yang sesuai dengan pasar lokal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas anggota Indonesian Fashion Chamber (IFC) Surabaya dalam memahami tren, mengembangkan konsep desain, dan merancang produk fashion berbasis trend forecasting. Metode kegiatan meliputi sosialisasi, pelatihan, pendampingan perancangan produk, serta evaluasi hasil. Luaran kegiatan berupa 2 prototipe produk busana dan 1 modul panduan tren fashion 2026/2027. Berdasarkan hasil evaluasi, sebagian besar luaran memperoleh skor 4 atau kategori “baik/tercapai”, meliputi peningkatan kapasitas mitra, perubahan konsep desain, pengembangan produk, peningkatan kualitas produk, dan penyusunan modul. Adapun strategi pemasaran produk serta evaluasi tindak lanjut memperoleh skor 3 atau kategori “cukup tercapai” karena masih memerlukan uji pasar yang lebih luas. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pelatihan dan pendampingan berbasis tren dapat memperkuat kemampuan mitra dalam menerjemahkan tren global ke dalam produk fashion yang lebih kontekstual, terarah, dan sesuai dengan kebutuhan pasar
Copyrights © 2026