Perkembangan paradigma pendidikan menuju Smart School menuntut integrasi teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang adaptif dan terkelola secara sistematis guna meningkatkan mutu pembelajaran serta efisiensi manajemen sekolah. SMP-IT Al Irsyad Al Islamiyah sebagai lembaga pendidikan Islam terpadu menghadapi tantangan untuk mengintegrasikan teknologi secara optimal tanpa mengabaikan nilai-nilai karakter dan keislaman. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat kecukupan sekolah dalam mengimplementasikan konsep Smart School melalui evaluasi fasilitas dan tata kelola TIK. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pengukuran indeks kecukupan pada lima indikator: infrastruktur, perangkat, sistem informasi, keamanan data, dan organisasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa infrastruktur mencapai indeks 70%, perangkat 63%, dan keamanan data 66%, yang menunjukkan kondisi relatif memadai dalam mendukung transformasi digital. Sistem informasi memperoleh nilai 60%, mengindikasikan perlunya peningkatan pada aspek integrasi dan optimalisasi pemanfaatan. Sementara itu, indikator organisasi mencatat nilai terendah sebesar 38%, yang menegaskan bahwa penguatan kebijakan, tata kelola, dan dukungan kelembagaan menjadi kebutuhan mendesak. Secara keseluruhan, fasilitas TIK sekolah telah memberikan dasar yang cukup kuat bagi implementasi Smart School. Namun, keberlanjutan transformasi digital sangat bergantung pada penguatan aspek organisasi dan peningkatan integrasi sistem. Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan implementasi Smart School tidak semata ditentukan oleh ketersediaan infrastruktur, melainkan juga oleh kecukupan kelembagaan dan manajemen yang terstruktur.
Copyrights © 2026