Mengayak tepung sagu sacara manual hasilnya belum maksimal karena keterbatasan luas penampang ayakan dan waktu produksi cukup lama. Salah satu cara untuk mengatasi hal tersebut di atas adalah dengan mengoptimalkan kapasitas ayakan dan mengganti tenaga manusia dengan mesin tepat guna. Metodologi penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah eksperimental yang terdiri atas tahap perancangan, pembuatan, pengujian dan analisa serta finalisasi. Mesin ini dibuat dengan penggerak motor listrik, piringan eksentrik sebagai penggerak ayakan secara linear, bak ayakan sebagai pemisah antara butiran sagu yang kasar dengan yang halus dan bak penampungan sebagai tempat hasil ayakan. Dari hasil pengujian yang dilakukan diperoleh hasil rancang bangun mesin pengayak tepung sagu mampu menghasilkan 2,3 Kg tepung sagu dari bahan baku 3 Kg sagu kering dalam waktu 5 menit secara terus menerus.
Copyrights © 2026