Kawin hamil merupakan fenomena sosial yang masih banyak terjadi di Kota Kupang dan sering menimbulkan tekanan psikologis serta sosial bagi perempuan yang mengalaminya. Meskipun demikian, tidak semua perempuan mengalami dampak negatif yang berkepanjangan; sebagian mampu bertahan, beradaptasi, dan bangkit melalui proses yang dikenal sebagai resiliensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran resiliensi pada perempuan dewasa yang pernah mengalami kawin hamil di Kota Kupang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Partisipan penelitian berjumlah empat orang perempuan dewasa berusia 18–26 tahun yang pernah mengalami kehamilan sebelum menikah dan berdomisili di Kota Kupang, dipilih menggunakan kriteria tertentu. Data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menemukan enam tema utama, yaitu reaksi emosional terhadap kehamilan sebelum menikah, tantangan pasca pernikahan, strategi coping dalam menghadapi tekanan, faktor pendukung resiliensi, perkembangan dan pertumbuhan diri, serta orientasi masa depan. Seluruh partisipan menunjukkan reaksi emosional berupa rasa kaget, takut, malu, dan tekanan sosial pada awal kehamilan, namun mampu beradaptasi melalui doa, dukungan keluarga dan pasangan, regulasi emosi, serta motivasi internal untuk bangkit demi masa depan anak. Penelitian ini menyimpulkan bahwa resiliensi pada perempuan yang mengalami kawin hamil merupakan proses dinamis yang terbentuk dari interaksi antara faktor internal dan faktor eksternal, dengan keberadaan anak sebagai sumber motivasi utama untuk bertahan dan memperbaiki kehidupan.
Copyrights © 2026