Di Indonesia, hal utama yang menjadi permasalahan dalam industri baja adalah, industri baja pada negara ini masih bergantung pada import bahan baku yang sangat tinggi. Hal inilah yang menyebabkan industri baja nasional sangat bergantung pada kondisi pasar baja dunia. Selain nikel (Ni), unsur lain yang berperan dalam bahan baku baja adalah unsur mangan (Mn) dan chromium (Cr). Analisis laboratorium dilakukan pada penelitian ini yaitu berupa analisis petrografi dan juga analisis geokimia. Berdasarkan hasil pengamatan secara megaskopis pada sampel drilling, profil laterit yang berkembang pada daerah penelitian yaitu dari atas ke bawah di mulai dari limonit saprolite dan bedrock, dengan bedrock terdiri dari normal serpentinit dan brecciated serpentinit. Mineral serpentin grup yang terbentuk yaitu berupa lizardit, krisotil dan antigorit yang dimana mineral ini mengubah mineral ferromagnesia yang ada pada batuan ultramafik. Berdasarkan hasil analisis geokimia kedua Sampel tersebut pada zona limonit memiliki kadar Cr yaitu 0.95 – 7.53 %. Mn pada 0.23 – 1.21 %. Pada zona saprolit kadar Cr berkisar antara 0.59 – 2.27 % dan untuk kadar Mn yaitu 0.12 -0.54%. Sementara pada bedrock kadar Cr memiliki nilai 0.28 – 1. 52 % sedangkan unsur Mn berada pada nilai 0.11 – 0.17 %. Pengkayaan chromium dan mangan pada profil laterit daerah penelitian yaitu berada pada zona limonit yang bersamaan dengan kenaikan besi pada zona tersebut
Copyrights © 2025