Penelitian ini bertujuan menganalisis peran Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Surabaya dalam mendukung pengembangan industri halal melalui pendanaan berbasis zakat, infak, dan sedekah (ZIS) serta merumuskan model konseptual ZIS Halal Ecosystem. Penelitian dilaksanakan di BAZNAS Kota Surabaya menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan rancangan studi kasus. Informan berjumlah 10 orang, terdiri atas 4 informan internal dan 6 pelaku UMKM penerima manfaat program. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman serta analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BAZNAS Kota Surabaya mengoptimalkan dana ZIS sebagai instrumen Islamic social finance melalui bantuan modal usaha, alat produksi, pendampingan, pelatihan kewirausahaan, dan fasilitasi sertifikasi halal bagi UMKM. Program tersebut berkontribusi terhadap peningkatan kapasitas usaha, legalitas produk, dan akses pasar, namun masih menghadapi kendala berupa keterbatasan jangkauan penerima manfaat, rendahnya literasi halal, belum optimalnya monitoring dan evaluasi, serta belum terintegrasinya pendanaan, pendampingan, sertifikasi halal, dan akses pasar. Penelitian ini menawarkan ZIS Halal Ecosystem Model sebagai model konseptual yang mengintegrasikan pendanaan ZIS, pemberdayaan UMKM, sertifikasi halal, pendampingan, digitalisasi, dan perluasan akses pasar untuk mendukung pembangunan ekosistem industri halal yang berkelanjutan.
Copyrights © 2026