Dusun Brubuh, Desa Sampangagung, Mojokerto, memiliki potensi ekonomi pada sektor industri rumah tangga kerupuk samiler mentah, namun pertumbuhannya terhambat oleh ketergantungan pada tengkulak dan keterbatasan jangkauan pasar. Selain itu, kurangnya identitas visual produk serta ketiadaan sertifikasi halal menjadi penghalang utama untuk menembus pasar ritel modern. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk melakukan transformasi digital yang komprehensif guna meningkatkan kemandirian ekonomi pelaku UMKM. Metode pelaksanaan meliputi lima tahapan sistematis yaitu observasi dan sosialisasi, pelatihan branding (fotografi makanan dan copywriting), eksekusi digital melalui on-boarding di media sosial (Instagram, TikTok) dan marketplace (Shopee), pendampingan administrasi legalitas (Sertifikasi Halal Self-Declare), serta monitoring dan evaluasi. Kebaruan (novelty) dari program ini terletak pada pendekatan intervensi hulu-hilir yang integratif, yang tidak hanya berfokus pada perluasan pasar digital dan legalitas halal, melainkan juga secara spesifik memitigasi risiko logistik pengiriman jarak jauh melalui penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) packing safety (menggunakan bubble wrap dan kardus tebal) untuk produk pangan lokal yang bersifat getas. Hasil program menunjukkan adanya peningkatan kualitas visual produk yang lebih premium, terciptanya kanal penjualan nasional melalui ekosistem digital, serta pemenuhan legalitas usaha berupa sertifikasi halal. Program ini berhasil memperkuat posisi tawar UMKM dan membangun ekosistem digital desa yang berkelanjutan dengan melibatkan generasi muda dalam pengelolaan aset ekonomi lokal.
Copyrights © 2026