Proyek konstruksi dengan tingkat kompleksitas tinggi membutuhkan sistem pengendalian yang efektif untuk memastikan pencapaian sasaran waktu dan biaya sesuai dengan rencana pelaksanaan. Ketidaksesuaian antara progres aktual dengan rencana dapat menyebabkan keterlambatan penyelesaian proyek serta peningkatan biaya pelaksanaan. Oleh karena itu, diperlukan metode pengendalian yang mampu mengevaluasi kinerja proyek secara komprehensif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengendalian proyek pembangunan Gedung NICE di PIK 2 menggunakan metode Critical Path Method (CPM) dan Earned Value Management (EVM). Metode CPM digunakan untuk mengidentifikasi aktivitas yang berada pada lintasan kritis, sedangkan metode EVM digunakan untuk mengevaluasi kinerja biaya dan waktu melalui indikator Cost Variance (CV), Cost Performance Index (CPI), Schedule Variance (SV), dan Schedule Performance Index (SPI). Hasil analisis CPM menunjukkan bahwa dari 84 aktivitas pekerjaan terdapat 14 aktivitas yang termasuk dalam lintasan kritis dan memerlukan pengendalian lebih intensif karena berpengaruh langsung terhadap durasi penyelesaian proyek. Hasil evaluasi EVM menunjukkan bahwa kinerja biaya proyek berada dalam kondisi efisien, ditunjukkan dengan nilai Cost Variance (CV) positif dan Cost Performance Index (CPI) lebih besar dari satu selama periode pengamatan. Sementara itu, kinerja waktu mengalami fluktuasi dengan adanya keterlambatan sementara pada minggu ke-16 hingga minggu ke-25 yang ditunjukkan melalui nilai Schedule Variance (SV) negatif dan Schedule Performance Index (SPI) kurang dari satu. Berdasarkan hasil proyeksi EVM, proyek diperkirakan dapat diselesaikan dalam durasi 49,99 minggu dengan estimasi biaya sebesar Rp49.854.436.514,00. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi CPM dan EVM dapat digunakan sebagai metode pengendalian proyek untuk mengidentifikasi aktivitas kritis serta memantau kinerja waktu dan biaya secara terpadu
Copyrights © 2026