Kemajuan teknologi dengan bahan komposit serat alam telah berkembang dari peralatan sederhana hingga industri karena kemudahan pembentukan, kekuatan,kemampuan daur ulang,dan ramah lingkungan. Tulang sapi, sebagai bahan dasar murah, memiliki potensi untuk dijadikan produk efisien. Konsumsi daging sapi di Bengkulu yang tinggi menghasilkan limbah tulang sapi yang melimpah. Menurut badan statistika pusat (BPS), konsumsi daging sapi di Bengkulu pada 2023 mencapai 3,3 ribu ton, memberikan potensi besar untuk bahan dasar helm dari tulang sapi. Tulang sapi dapat digunakan sebagai bahan komposit dengan resin, menciptakan material yang lebih baik dan ramah lingkungan. Helm yang biasanya terbuat dari bahan sintetis yang mahal dan berbahaya bagi lingkungan dapat digantikan dengan bahan komposit dari tulang sapi. Helm salah satu pelengkap dalam keamanan berkendara, helm wajib dikenakan oleh pengendara kendaraan roda dua di Indonesia sesuai undang-undang No. 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan pada pasal 106 ayat 8. Pengujian kekerasan Rockwell terhadap tulang sapi non-perlakuan, serbuk, dan serat tulang sapi. Hasilnya menunjukan hasil nilai kekeraan rata-rata untuk tulang sapi non perlakuan sebesar 90,3 HRC dengan kedalaman 0,019 mm, serbuk tulang sapi sebesar 64,1 HRC dengan kedalaman 0,071 mm, dan serat tulang sapi sebesar 80,6 HRC dengan kedalaman 0,038 mm. komposit tulang sapai menunjukan nilai kekerasan yang cukup untuk digunakan sebagai bahan dasar pembuatan helm, melampaui kekerasan helm standar. Hasil penelitan ini menunjukan potensi besar penggunaan tulang sapi sebagai bahan komposit alternatif yang kuat dan ramah lingkungan untuk pembuatan helm.
Copyrights © 2026