Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) merupakan gangguan pencernaan kronis yang banyak dialami mahasiswa, terutama mahasiswa tingkat akhir yang menghadapi tekanan akademik tinggi dan perubahan gaya hidup. Pola makan yang buruk dan rendah kualitas diduga menjadi salah satu faktor utama yang berkontribusi terhadap terjadinya GERD. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pola makan dengan kejadian GERD pada mahasiswa tingkat akhir Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Sumedang. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 82 responden yang dipilih menggunakan teknik proportionate stratified random sampling. Instrumen penelitian meliputi kuesioner Healthy Eating Index (HEI) dan kuesioner GERD-Q. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki pola makan buruk (73,2%), dan (34,1%) mengalami GERD. Hasil analisis Chi-Square menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pola makan dan kejadian GERD (p = 0,003; Cramer's V = 0,380), di mana kejadian GERD lebih banyak ditemukan pada mahasiswa dengan pola makan buruk. Dapat disimpulkan bahwa pola makan berperan penting terhadap kejadian GERD pada mahasiswa tingkat akhir.
Copyrights © 2026