Bandung Conference Series : Syariah Banking
Vol. 5 No. 2 (2026): Bandung Conference Series: Syariah Banking

Pengaruh DPK, Pembiayaan Mikro Syariah dan Inflasi terhadap Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Raisya Alipya 10010322037 (Prodi Perbankan Syariah, Fakultas Syariah, Universitas Islam Bandung)
Udin Saripudin (Prodi Perbankan Syariah, Fakultas Syariah, Universitas Islam Bandung)
Yayat Rahmat Hidayat (Prodi Perbankan Syariah, Fakultas Syariah, Universitas Islam Bandung)



Article Info

Publish Date
05 Aug 2026

Abstract

Abstract. Islamic microfinance institutions, particularly Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS), theoretically serve an intermediary function that should accelerate national economic growth. However, although third-party funds (DPK) and financing distributed by BPRS in Indonesia grew consistently from 2015 to 2024, this growth has not always been followed by a corresponding contribution to national economic growth. This study analyzes the short-run and long-run relationship between DPK, BPRS financing, inflation, and Indonesia's economic growth (GDP), using the Autoregressive Distributed Lag (ARDL) approach on quarterly secondary data from 2015 to 2024, sourced from the Financial Services Authority (OJK), Bank Indonesia, and Statistics Indonesia (BPS). The bounds testing results confirm the existence of a long-run relationship among the variables (F-statistic = 5.34). In the short run, DPK at the second lag and BPRS financing at the third lag significantly affect GDP, while in the long run none of the independent variables show a significant partial effect, although the error correction term is negative and significant, indicating a rapid adjustment mechanism toward equilibrium. These findings are interpreted through Financial Intermediation Theory and Endogenous Growth Theory, suggesting that the intermediation function of BPRS is directionally consistent with theory but has not yet reached a scale sufficient to produce a statistically significant macroeconomic impact. Abstrak. Lembaga keuangan mikro syariah, khususnya Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS), secara teoritis berperan sebagai lembaga intermediasi yang seharusnya mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional. Namun, meskipun Dana Pihak Ketiga (DPK) dan pembiayaan yang disalurkan BPRS di Indonesia terus tumbuh secara konsisten selama 2015-2024, peningkatan tersebut tidak selalu diikuti oleh kontribusi yang sepadan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Penelitian ini menganalisis hubungan jangka pendek dan jangka panjang antara DPK, pembiayaan BPRS, inflasi, dan pertumbuhan ekonomi Indonesia (PDB), menggunakan pendekatan Autoregressive Distributed Lag (ARDL) pada data sekunder kuartalan periode 2015-2024, bersumber dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia, dan Badan Pusat Statistik (BPS). Hasil uji kointegrasi bounds test mengonfirmasi adanya hubungan jangka panjang antar variabel (F-statistic = 5,34). Dalam jangka pendek, DPK pada lag kedua dan pembiayaan BPRS pada lag ketiga berpengaruh signifikan terhadap PDB, sementara dalam jangka panjang tidak ada satu pun variabel independen yang berpengaruh signifikan secara parsial, meskipun error correction term bernilai negatif dan signifikan, menunjukkan mekanisme penyesuaian yang berlangsung cepat menuju keseimbangan. Temuan ini diinterpretasikan melalui Teori Intermediasi Keuangan dan Teori Pertumbuhan Endogen, yang menunjukkan bahwa fungsi intermediasi BPRS secara arah sudah konsisten dengan teori, namun belum mencapai skala yang cukup untuk menghasilkan dampak makroekonomi yang signifikan secara statistik.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

BCSSB

Publisher

Subject

Religion Economics, Econometrics & Finance

Description

Bandung Conference Series Syariah Banking (BCSSB) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta  berfokus pada Perbankan Syariah dengan ruang lingkup adalah Agreement,  Akad, Syirkah, Ba’i Salam,  Bank Syariah,  Etika Bisnis, Fatwa DSN-MUI, Fikih Muamalah, ...