Remaja putri merupakan kelompok berisiko tinggi mengalami anemia akibat menstruasi dan ketidakpatuhan dalam mengonsumsi Tablet Tambah Darah (TTD). Rendahnya pengetahuan dan kepatuhan berkontribusi terhadap tingginya prevalensi anemia pada remaja. Upaya peningkatan dapat dilakukan melalui edukasi dan reminder berbasis teknologi seperti Telenursing menggunakan aplikasi WhatsApp (WhatsApp Reminder dan WhatsApp Channel). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Telenursing WhatsApp Reminder dan edukasi melalui WhatsApp Channel terhadap pengetahuan dan kepatuhan remaja putri dalam mengonsumsi TTD di MTsN 3 Malang. Desain penelitian yang digunakan adalah quasi-experiment dengan rancangan non-randomized control group pretest-posttest design. Jumlah responden sebanyak 70 remaja putri yang dipilih menggunakan purposive sampling dan dibagi ke dalam kelompok eksperimen (n = 35) dan kelompok kontrol (n = 35). Intervensi dilakukan selama 4 minggu dengan pengiriman reminder dan edukasi sebanyak 2 kali seminggu. Instrumen penelitian berupa kuesioner pengetahuan dan Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8) untuk kepatuhan. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test dan Mann-Whitney U Test. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan peningkatan signifikan pada kelompok eksperimen untuk variabel pengetahuan (p= 0,003) dan kepatuhan (p=0,002). Hasil uji Mann-Whitney menunjukkan perbedaan skor posttest yang bermakna antara kelompok eksperimen dan kontrol, baik pada variabel pengetahuan (p<0,001) maupun kepatuhan (p<0,001). Dapat disimpulkan bahwa Telenursing WhatsApp Reminder dan edukasi melalui WhatsApp Channel berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pengetahuan dan kepatuhan remaja putri dalam mengonsumsi TTD di MTsN 3 Malang.
Copyrights © 2026