Penelitian ini mengkaji faktor-faktor penentu harga emas di Indonesia selama periode Januari 2020 hingga Desember 2025, dengan fokus pada indikator moneter domestik (inflasi, suku bunga, dan nilai tukar), risiko geopolitik global, serta dinamika penawaran dan permintaan emas global. Masalah penelitian yang dibahas adalah bagaimana faktor-faktor tersebut secara bersama-sama membentuk harga emas di Indonesia, mengingat terbatasnya jumlah penelitian yang mengintegrasikan faktor-faktor moneter, geopolitik, serta penawaran dan permintaan dalam satu kerangka empiris. Dengan menggunakan data deret waktu bulanan dan pendekatan uji batas Autoregressive Distributed Lag (ARDL), model ARDL(1,0,1,0,0,4) yang dipilih menunjukkan adanya hubungan kointegrasi jangka panjang yang signifikan di antara variabel-variabel tersebut, dengan statistik F sebesar 9,057 yang melebihi batas atas I(1) pada tingkat signifikansi 1%. Dalam jangka panjang, nilai tukar, suku bunga, dan dinamika penawaran-permintaan secara positif dan signifikan memengaruhi harga emas, sementara inflasi memberikan pengaruh negatif yang signifikan; risiko geopolitik secara statistik tidak signifikan. Suku koreksi kesalahan bersifat negatif dan signifikan (-0,082), yang menunjukkan bahwa sekitar 8,2% penyimpangan jangka pendek dikoreksi setiap bulan. Model ini memenuhi semua asumsi diagnostik klasik dan tetap stabil secara struktural, yang menyiratkan bahwa pergerakan nilai tukar merupakan faktor paling kritis bagi investor dan pembuat kebijakan yang memantau pasar emas domestik.
Copyrights © 2026