JKaKa
Vol. 6 No. 2 (2026): JULI 2026

KONSELING QUR'ANI DALAM MEMBANGUN KESADARAN MORAL NARAPIDANA KASUS PELECEHAN SEKSUAL: STUDI KASUS DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS IIA BANYUWANGI

fajrul falah shidqi fajrul (universitas kh,.mukhtar syafaat banyuwangi)
masnida (Universitas KH. Mukhtar Syafaat Blokagung Banyuwangi)



Article Info

Publish Date
01 Aug 2026

Abstract

Abstract Sexual harassment is a form of violence that continues to rise in Indonesia, generating profound psychological, social, and moral consequences for both victims and perpetrators. As the final stage of the criminal justice system, correctional institutions (Lapas) bear responsibility for guiding inmates toward recognizing their wrongdoing, reforming themselves, and avoiding repeat offenses. This article examines the application of Qur'anic Counseling in building moral awareness among inmates convicted of sexual harassment at the Class IIA Correctional Institution of Banyuwangi, and identifies the Qur'anic values that contribute to their moral and psychological rehabilitation. The study employed a qualitative case-study approach. Data were gathered through interviews, observation, and documentation involving one inmate as the primary informant, selected purposively, along with a religious-guidance officer as a supporting informant. Data were analyzed thematically, with credibility established through source, method, and theory triangulation. The findings indicate that Qur'anic Counseling, implemented through recitation (tilawah), reflective contemplation (tadabur), self-introspection (muhasabah), and repentance with seeking forgiveness (taubat and istighfar), helped shift the inmate's mindset from destructive guilt toward constructive remorse, improved emotional regulation, and fostered hope for social reintegration. Qur'anic values such as repentance (taubat and inabah), purification of the soul (tazkiyatun nafs), preservation of honor and God-consciousness (hifzhul 'irdh and khauf), guarding one's gaze (al-ghaddu min al-abshar), and performing righteous deeds (al-'amal ash-shalih) function as spiritual and psychological mechanisms that encourage behavioral change while reducing the risk of recidivism. The study affirms that a Qur'an-based rehabilitation approach is worth developing further in other correctional institutions. Keywords: Qur'anic counseling; moral awareness; sexual harassment; inmate rehabilitation; correctional institution Abstrak Pelecehan seksual merupakan bentuk kekerasan yang terus meningkat di Indonesia dan menimbulkan dampak psikologis, sosial, serta moral yang serius, baik bagi korban maupun pelaku. Lembaga Pemasyarakatan (Lapas), sebagai tahap akhir dari sistem peradilan pidana, memiliki tanggung jawab membina Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) agar menyadari kesalahan, memperbaiki diri, dan tidak mengulangi tindak pidana. Artikel ini bertujuan menganalisis penerapan Konseling Qur'ani dalam membangun kesadaran moral narapidana kasus pelecehan seksual di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Banyuwangi, sekaligus mengidentifikasi nilai-nilai Qur'ani yang berperan dalam proses rehabilitasi moral dan psikologis pelaku. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap seorang narapidana sebagai informan utama serta petugas pembinaan keagamaan sebagai informan pendukung, yang dipilih secara purposive. Analisis data dilakukan secara tematik, dengan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber, metode, dan teori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Konseling Qur'ani yang dilaksanakan melalui teknik tilawah, tadabur ayat, muhasabah, serta taubat dan istigfar mampu mengubah pola pikir narapidana dari rasa bersalah yang destruktif menjadi penyesalan yang konstruktif, memperbaiki regulasi emosi, dan menumbuhkan harapan untuk kembali ke tengah masyarakat. Nilai-nilai Qur'ani seperti taubat dan inabah, tazkiyatun nafs, hifzhul 'irdh dan khauf, al-ghaddu min al-abshar, serta al-'amal ash-shalih terbukti berfungsi sebagai mekanisme spiritual dan psikologis yang mendorong perubahan perilaku sekaligus berpotensi mencegah pengulangan tindak pidana (residivisme). Penelitian ini menegaskan bahwa pendekatan rehabilitasi berbasis nilai Al-Qur'an relevan untuk dikembangkan lebih lanjut di lembaga pemasyarakatan lain. Kata kunci: Konseling Qur'ani.,kesadaran moral.,pelecehan seksual., narapidana., Lembaga Pemasyarakatan.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

jkaka

Publisher

Subject

Religion Arts Computer Science & IT Languange, Linguistic, Communication & Media

Description

JKaKa:Jurnal Komunikasi dan Konseling Islam Adalah jurnal unggulan Fakultas Dakwah Komunikasi dan Penyiaran Islam, IAI Darussalam Blokagung Banyuwangi bekerjasama dengan Asosiasi Profesi Dakwah Indonesia (APDI). JKaKa:Jurnal Komunikasi dan Konseling Islam menyediakan karya ilmiah hasil penelitian ...