Tradisi pengobatan tradisional merupakan bagian penting dari warisan budaya Indonesia yang tidak hanya berfokus pada penyembuhan fisik, tetapi juga mengandung sistem nilai, simbol, dan makna spiritual. Salah satu tradisi yang masih dipraktikkan adalah bebubus, yaitu pengobatan tradisional masyarakat Suku Sasak di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Bebubus tidak sekadar meracik ramuan herbal, tetapi melibatkan ritual, doa, dan simbol-simbol spiritual yang mencerminkan pandangan dunia masyarakatnya. Penelitian ini bertujuan mengungkap makna simbolik dalam praktik bebubus dengan menggunakan pendekatan antropologi interpretatif Clifford Geertz, yang memandang budaya sebagai sistem simbol yang dapat “dibaca” layaknya teks. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan menelaah jurnal, buku etnografi, serta penelitian terdahulu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa simbol-simbol dalam bebubus seperti air doa, ramuan herbal, mantra, sesajen, dan peran dukun merepresentasikan upaya harmonisasi antara manusia, alam, dan kekuatan transenden. Ritual bebubus tidak hanya berfungsi sebagai sarana penyembuhan, tetapi juga mekanisme sosial untuk memulihkan keseimbangan spiritual dan menjaga keteraturan kosmis. Penelitian menyimpulkan bahwa bebubus merupakan praktik budaya yang kaya simbol dan makna, sekaligus mencerminkan integrasi antara kesehatan, kepercayaan, dan identitas kultural masyarakat Sasak. Pendekatan interpretatif memberikan pemahaman mendalam mengenai dinamika simbolik ini dan menegaskan pentingnya pelestarian nilai-nilai lokal di tengah modernisasi.
Copyrights © 2026