Kerusakan lingkungan yang semakin meningkat akibat rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sumber daya alam menjadi tantangan serius bagi pembangunan berkelanjutan. Nilai-nilai Islam yang menempatkan manusia sebagai khalifah di bumi memiliki potensi besar untuk memperkuat kesadaran ekologis melalui pendekatan ekoteologi Islam. Namun, implementasi nilai-nilai tersebut dalam kehidupan masyarakat masih belum optimal. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, sikap, dan partisipasi masyarakat dalam pelestarian lingkungan melalui program Gerakan Khalifah Hijau. Mitra pengabdian adalah masyarakat desa yang melibatkan unsur pemerintah desa, tokoh agama, pemuda, dan kelompok PKK sebagai agen perubahan lingkungan. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, edukasi berbasis nilai-nilai Al-Qur'an dan hadis tentang lingkungan, pelatihan pengelolaan sampah dan penghijauan, pendampingan praktik konservasi lingkungan, serta evaluasi menggunakan observasi dan angket sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat mengenai konsep ekoteologi Islam, meningkatnya kepedulian terhadap kebersihan dan pelestarian lingkungan, terbentuknya kelompok Gerakan Khalifah Hijau, serta terlaksananya aksi nyata berupa penanaman pohon, pengelolaan sampah, dan penyusunan komitmen bersama untuk menjaga kelestarian lingkungan secara berkelanjutan. Program ini membuktikan bahwa integrasi nilai-nilai keislaman dengan pendekatan partisipatif mampu memperkuat budaya peduli lingkungan serta mendukung terciptanya masyarakat yang berwawasan ekologis dan berkelanjutan.
Copyrights © 2025