Kain lukat diciptakan dan dipopulerkan pertama kali oleh perusahaan lurik di Kota Klaten, Kecamatan Pedan, yaitu Lurik Prasojo pada tahun 2020 saat pandemi sedang berlangsung. Lukat sendiri merupakan sebuah penggabungan kain lurik dan tenun ikat. Definisi lukat adalah kain yang memiliki motif garis-garis dan terdapat motif tenun ikat di dalamnya. Desain motif lukat yang terdapat di Lurik Prasojo dibuat dengan berbagai macam ide penciptaan motif dan warna yang beragam. Tetapi, dalam pembuatan desain lukat adalah kurang banyaknya referensi desain yang dimiliki oleh Lurik Prasojo dan kurangnya sistem dalam pembuatan konsep yang dapat mencerminkan citra Lurik Prasojo. Maka dari itu, penulis mengangkat konsep peralatan busana sebagai ide penciptaan desain motif lukat yang dapat mengangkat makna tentang penghargaan terhadap warisan budaya kuno dengan sentuhan gaya modern dan penggunaan warna pure autumn yang memberi kesan ketegasan dan alami. Penelitian ini menggunakan metode Gustami yaitu tahap eksplorasi, perancangan, dan perwujudan. Dalam pembuatan motif tenun ikat dari peralatan busana, penulis menggunakan bentuk dress form, penggaris pola, dan kapur jahit. Untuk pemilihan warna, menggunakan tiga warna dasar yaitu hijau, merah, dan orange. Perwujudan dari desain yang sudah dibuat akan masuk ke dalam proses produksi yang diawali dari proses likas hingga proses terakhir proses tenun/weaving yang menggunakan ATM (Alat Tenun Mesin).
Copyrights © 2026