Merupakan proses analisis dari menciptakan karya untuk re-interpretasi atau pemaknaan ulang tokoh Topeng Malangan yaitu Panji Asmorobangun dalam karya seni visual digital Nadia Vina Maharani dengan menggunakan pendekatan semiotika Charles Sanders Peirce. Topeng Malangan merupakan warisan budaya Jawa Timur yang sarat makna filosofis dan nilai spiritual, dan karya seni digital ini menjadi wadah budaya lokal dalam konteks visual yang modern. Analisis dilakukan terhadap elemen visual simbol seperti bunga krisan, rambut, mahkota, selendang, dan simbol lain dengan makna dari karakter tokoh Panji Asmorobangun. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna di balik simbol dalam seni digital “Panji Asmorobangun” karya Nadia sebagai salah satu alternatif dalam pelestarian budaya lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa elemen visual dalam karya ini mampu merepresentasikan makna simbolis dan menyampaikan pesan budaya di era digital. Dengan demikian, karya seni digital ini tidak hanya menjadi media pelestarian budaya lokal, tetapi juga wadah penampilan nilai-nilai tradisional dalam wacana seni modern.
Copyrights © 2026