Return on Assets (ROA) merupakan salah satu parameter penting dalam menilai kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba melalui pemanfaatan aset yang dimiliki. Tingkat ROA yang tinggi mencerminkan efisiensi perusahaan dalam mengelola sumber daya sehingga dapat meningkatkan kinerja keuangan dan menjadi pertimbangan bagi investor maupun pihak manajemen dalam pengambilan keputusan. Perputaran kas dan perputaran piutang merupakan bagian dari pengelolaan modal kerja yang diduga memengaruhi kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba. Riset ini menguji kembali pengaruh perputaran kas dan perputaran piutang terhadap Return on Assets (ROA) pada perusahaan sub sektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2022–2024. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan memanfaatkan data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan tahunan perusahaan. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling sehingga diperoleh 32 perusahaan dengan total 96 observasi selama periode penelitian. Data yang diolah telah melalui uji asumsi klasik yang meliputi uji normalitas, multikolinearitas, heteroskedastisitas, dan autokorelasi. Metode analisis data yang digunakan adalah regresi data panel dengan bantuan program EViews 13. Temuan penelitian memberikan bukti bahwa perputaran kas berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Return on Assets (ROA), sedangkan perputaran piutang berpengaruh negatif tetapi tidak signifikan terhadap Return on Assets (ROA).
Copyrights © 2026