Emesis gravidarum merupakan keluhan mual dan muntah yang umum terjadi pada kehamilan trimester pertama. Kondisi ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, menurunkan nafsu makan, serta memengaruhi kondisi fisik dan psikologis ibu hamil apabila tidak ditangani dengan baik. Angka kejadian emesis gravidarum di Indonesia mencapai 1–3% dari seluruh kehamilan. Di Kota Pekanbaru tahun 2023 tercatat sebanyak 504 kasus ibu hamil dengan keluhan mual muntah ringan hingga berat. Salah satu penanganan nonfarmakologis yang aman dan mudah diterapkan adalah penggunaan aromaterapi lemon (Citrus limon). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aromaterapi lemon terhadap frekuensi mual muntah pada ibu hamil trimester I di PMB Rosita, S.Tr.Keb Pekanbaru. Metode penelitian menggunakan desain pre-eksperimen dengan rancangan One Group Pretest-Posttest. Sampel penelitian berjumlah 20 ibu hamil trimester pertama yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian meliputi SOP pemberian aromaterapi, kuesioner PUQE-24, tisu, dan lembar observasi. Analisis data dilakukan menggunakan uji normalitas dan Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi sebanyak 60% responden mengalami mual muntah sedang dan 40% berat. Setelah pemberian aromaterapi lemon, 45% responden mengalami mual muntah ringan dan 25% tidak mengalami mual muntah. Hasil uji Wilcoxon diperoleh p-value 0,000 (<0,05). Kesimpulannya, aromaterapi minyak esensial lemon efektif menurunkan frekuensi mual muntah pada ibu hamil trimester pertama.
Copyrights © 2026