Toxic Epidermal Necrolysis (TEN) merupakan reaksi mukokutaneus berat yang mengancam jiwa, ditandai oleh pelepasan epidermis luas dan keterlibatan mukosa multipel. Kondisi ini umumnya disebabkan oleh reaksi hipersensitivitas terhadap obat, terutama antiepileptik, antibiotik, dan antiinflamasi nonsteroid. Laporan kasus ini bertujuan untuk memaparkan manifestasi klinis dan penatalaksanaan TEN yang diduga dipicu oleh karbamazepin dan tiamfenikol. Metode Laporan kasus ini disusun berdasarkan observasi klinis, pemeriksaan fisik, hasil pemeriksaan laboratorium, serta evaluasi respons terapi pada seorang pasien dengan diagnosis TEN yang dirawat di rumah sakit. Seorang laki-laki berusia 35 tahun datang dengan keluhan demam disertai ruam eritematosa dan bula yang menyebar luas pada wajah, badan, dan ekstremitas. Pasien mengonsumsi karbamazepin satu minggu sebelumnya, diikuti tiamfenikol dan obat lain dua hari sebelum masuk rumah sakit. Beberapa jam kemudian muncul pruritus, sensasi panas pada wajah, serta lesi melepuh pada mukosa mulut. Pemeriksaan fisik menunjukkan erosi dan bula dengan tanda Nikolsky positif yang melibatkan sekitar 54% luas permukaan tubuh. Pemeriksaan laboratorium didapatkan leukositosis, peningkatan enzim hati, dan hipokalemia. Pasien didiagnosis TEN dan diterapi dengan penghentian obat tersangka, metilprednisolon intravena, antihistamin, terapi topikal, serta perawatan suportif. Kondisi pasien membaik secara bertahap hingga dipulangkan dalam keadaan stabil. Diagnosis dini, penghentian segera obat penyebab, serta penatalaksanaan suportif yang optimal sangat penting untuk menurunkan morbiditas dan mortalitas pada TEN.
Copyrights © 2026