Klinik kesehatan sebagai fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama memiliki peran strategis dalam memberikan pelayanan medis dasar, di mana pelayanan farmasi menjadi komponen penting yang berpengaruh terhadap mutu layanan, keselamatan pasien, dan kepuasan pasien. Meskipun regulasi mewajibkan pemenuhan Standar Pelayanan Minimal bidang farmasi, kenyataan di lapangan menunjukkan masih banyak klinik yang belum mencapai target SPM, khususnya pada indikator waktu tunggu pelayanan obat. Penelitian ini bertujuan manganalisis pengaruh implementasi Lean Management dan electronic medical record dalam mencapai standar pelayanan minimal bidang farmasi. Penelitian ini dengan pendekatan kuantitatif dan desain before-after untuk mengevaluasi implementasi Lean Management dan electronic medical record (EMR) dalam mencapai standar pelayanan minimal (SPM) farmasi. Penelitian ini dilaksanakan di Klinik dr. M. Suherman Jember. Sampel kuantitatif: 364 pasien (populasi 4.000, simple random sampling). melalui purposive sampling. Data dianalisis dengan Wilcoxon Sign Rank Test. Hasil menunjukkan implementasi Lean Management dan EMR berpengaruh signifikan (p<0,001): waktu tunggu obat non-racikan berkurang dari 32,4 menjadi 24,3 menit (25%),obat racikan berkurang dari 58,7 menjadi 46,2 menit (21,3%), medication error turun 52,6%, kepuasan pasien naik 23,5%, formularium compliance naik 4,4%, effect size d=1,08-2,35. Kesuksesan implementasi diidentifikasi dengan tiga pilar: infrastruktur teknologi informasi (44,4%), eliminasi pemborosan lean (38,3%), dan pengembangan SDM (37,1%). Kesimpulan: Lean Management dan EMR berpengaruh dalam mencapai standar pelayanan minimal bidang farmasi.
Copyrights © 2026