Plasenta previa merupakan salah satu penyebab utama perdarahan antepartum yang berkontribusi terhadap tingginya angka kesakitan dan kematian ibu serta bayi. Tahun 2020, angka kematian ibu menurut World Health Organization (WHO) pada 2020 adalah 223 per 100.00 kelahiran hidup. Di Indonesia plasenta previa menyumbang 15% kematian ibu. Jumlah kematian ibu di Provinsi Lampung 2022 akibat perdarahan sebanyak 24 kasus (25%). Plasenta previa dapat menyebabkan perdarahan mendadak tanpa rasa sakit, meningkatkan risiko anemia, syok, dan komplikasi bagi ibu dan janin. Faktor risiko plasenta previa termasuk usia ibu, paritas tinggi, dan riwayat prosedur inflamasi. Kejadian plasenta previa di RSUD Ahmad Yani Metro pada Tahun 2019-2023 sejumlah 46 kasus. Tujuan untuk mengetahui hubungan paritas dan usia dengan kejadian plasenta previa di RSUD Ahmad Yani Metro Tahun 2019-2023. Jenis penelitian ini deskriptif analitik dengan rancangan case control. Populasinya seluruh pasien obstetri pada tahun 2019-2023 di RSUD Ahmad Yani Metro berjumlah 2.725 orang dan sampel 105 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan data skunder dari rekam medik. Analisis data univariat dan bivariat menggunakan chi square. Hasil penelitian bahwa sebagian besar responden berusia resiko rendah, yaitu 74 responden (70.5%), sebagian besar dengan usia tidak beresiko, yaitu 77 responden (73.3%) dan sebagian besar responden tidak mengalami plasenta previa, yaitu 70 responden (66.7%). Terdapat hubungan antara paritas dengan kejadian plasenta previa (p-value 0.001). Terdapat hubungan antara usia dengan kejadian plasenta previa (p-value 0.008). Diharapkan bagi tenaga medis meningkatkan keahlian khusus dalam menangani kasus kehamilan dengan risiko tinggi sehingga tenaga kesehatan dapat meningkatkan kemampuan deteksi dini dan intervensi yang tepat.
Copyrights © 2026