Mannitol, agen kontras oral bifasik, umumnya digunakan, tetapi volumenya sering distandarisasi daripada diindividualisasi berdasarkan berat badan pasien. Studi ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan volume kontras oral manitol berdasarkan berat badan dalam pemeriksaan MRE. Studi observasional deskriptif dilakukan di Radiologi Rumah Sakit Brawijaya Saharjo. Penelitian dilakukan di Rumah Sakit Saharjo dari September hingga Oktober 2025. Lima relawan (60–70 kg) diberi larutan manitol 2,5% dengan dosis 20 mL/kg berat badan (maksimum 1.350 mL), diberikan secara bertahap selama 60 menit. MRE dilakukan menggunakan sekuens koronal T2 HASTE FatSat dan T1 Dixon Water Only. Data dikumpulkan melalui observasi prosedur dan wawancara dengan dokter ahli radiologi dan ahli radiografi. Relawan menerima volume manitol mulai dari 1.200 mL hingga 1.350 mL sesuai dengan berat badan mereka. Empat dari lima relawan menunjukkan distensi usus yang memadai hingga optimal, terutama di jejunum dan ileum. Umpan balik kualitatif dari dokter ahli radiologi menunjukkan bahwa pemberian dosis berdasarkan berat badan dapat dilakukan, nyaman bagi pasien, dan menghasilkan distensi yang dapat diterima secara diagnostik. Volume manitol oral berdasarkan berat badan (20 mL/kg) dapat diterapkan untuk MRE dan dapat memberikan distensi usus yang memadai sekaligus berpotensi meningkatkan kenyamanan pasien dibandingkan dengan protokol dosis tetap.
Copyrights © 2026