Hipertensi merupakan masalah kesehatan global yang dapat memicu kerusakan organ target, termasuk ginjal. Dislipidemia, khususnya peningkatan kadar trigliserida, diketahui berkontribusi pada penurunan fungsi ginjal melalui mekanisme lipotoksisitas, stres oksidatif, dan inflamasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kadar trigliserida dengan Estimated Glomerular Filtration Rate (eGFR) pada peserta Prolanis Hipertensi di Puskesmas Rawat Inap Way Halim II Bandar Lampung. Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 91 responden yang dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Data sekunder berupa kadar trigliserida dan nilai eGFR diambil dari rekam medis. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi Spearman’s Rho. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden adalah perempuan (72,5%) dan kelompok lansia berusia ³6o tahun (54,9%). Rata-rata nilai eGFR responden adalah 54,96 mL/menit/1,732, dengan kategori terbanyak berada pada G3a (45,1%) yang menunjukkan penurunan fungsi ginjal tingkat sedang. Hasil uji bivariat menunjukkan adanya hubungan bermakna antara kadar trigliserida dan eGFR dengan nilai p = 0,039. Koefisien korelasi menunjukkan hubungan negatif yang lemah (r = -0,217), yang mengindikasikan bahwa semakin tinggi kadar trigliserida, maka semakin rendah nilai eGFR. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan secara statistik dengan arah negatif antara kadar trigliserida dan eGFR pada peserta Prolanis hipertensi. Tenaga kesehatan disarankan untuk meningkatkan edukasi manajemen diet rendah lemak dan pemantauan profil lipid secara berkali guna mencegah kerusakan ginjal lebih lanjut.
Copyrights © 2026