Lansia rentan mengalami myalgia akibat penuaan, kelemahan otot, dan kurangnya aktivitas fisik. Senam lansia dapat membantu mencegah dan mengurangi nyeri, namun partisipasi masih rendah. Studi pendahuluan di Posyandu Cempaka, Desa Sidorahayu, lansia tidak rutin melakukan senam dan sering mengalami nyeri otot atau sendi. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan tingkat keaktifan senam lansia dengan kejadian myalgia. Penelitian ini menggunakan desain analitik korelasional dengan pendekatan retrospektif selama tiga bulan terakhir. Sampel penelitian terdiri dari 30 lansia dengan total sampling. Variabel independen adalah keaktifan mengikuti senam lansia, yang diukur melalui frekuensi kehadiran, sedangkan variabel dependen adalah kejadian myalgia, yang diukur menggunakan Numeric Rating Scale (NRS). Analisis data dilakukan menggunakan uji Spearman Rank. Hasil analisis uji sperman rank didapatkan nilai p < =0,000 (ɑ=0,05) sehingga maka H0 ditolak atau H1 diterima, yang berarti ada hubungan tingkat keaktifan mengikuti senam lansia dengan kejadian myalgia pada lansia di Posyandu Cempaka Desa Sidorahayu Wagir. Nilai r (koefisien korelasi) 0,642, menunjukkan hubungan yang positif dengan kekuatan hubungan yang sedang/cukup, dimana semakin aktif senam lansia maka semakin rendah kejadian myalgia pada lansia di Posyandu Cempaka Desa Sidorahayu Wagir. Penelitian ini menggunakan variabel yang mempertimbangkan faktor lain seperti pola makan dan riwayat penyakit, serta mengkombinasikan metode kuantitatif untuk memahami hambatan partisipasi lansia dalam senam. Posyandu dan tenaga kesehatan untuk merancang program edukasi yang lebih spesifik terkait manfaat senam terhadap pengurangan nyeri otot pada lansia. Selain itu, perlu dilakukan pendekatan personal kepada lansia yang kurang aktif untuk meningkatkan partisipasi, seperti memberikan motivasi langsung.
Copyrights © 2026