Kegawatdaruratan tersedak atau choking sangat berbahaya apabila tidak segera ditangani dapat mengancam nyawa atau menyebabkan kecacatan permanen. Salah satu penyebab utama anak tersedak adalah kurangnya pemahaman orangtua tentang aturan pemberian makan (feeding rules), banyak orangtua memiliki kebiasaan menyuapi anaknya makan sambil berbicara dengan alasan agar anaknya mau makan, padahal pada saat anak makan sambil berbicara atau tertawa akan menyebabkan makanan masuk ke saluran pernapasan sehinggan akan menyebabkan resiko terjadinya tersedak pada anak. Salah satu makanan yang beresiko terjadinya tersedak adalah makanan daging dengan potongan besar dan permen karet. Penelitian ini menganalisis pengaruh SIPEDAK (Edukasi Penanganan Kegawatdaruratan Tersedak) terhadap pengetahuan ibu PKK di Kelurahan Sidoarum Godean Sleman Yoogyakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain Pre-Eksperimen dengan metode Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 50 responden, teknik pengambilan sampel menggunakan Purpose Sampling, berjumlah 36 responden berdasarkan kriteria inklusi dan ekslusi. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji Wilcoxon signed-rank test. Pengetahuan ibu sebelum diberikan edukasi dengan kategori kurang 2 responden (5,6%), kategori cukup 21 responden (58,3%), dan sesudah diberikannya edukasi kategori baik 36 responden (100%). Hasil analisis menggunakan uji Wilcoxon didapatkan bahwa hasil p-value yaitu 0,000 yang artinya jika p-value <0,05 artinya terdapat pengaruh signifikan SIPEDAK (Edukasi Penanganan Kegawatdaruratan Tersedak) Terhadap Pengetahuan Ibu PKK di Kelurahan Sidoarum Godean Sleman Yogyakarta.
Copyrights © 2026