Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan utama yang prevalensinya terus meningkat dan berisiko menimbulkan berbagai komplikasi serius. Salah satu faktor yang berperan dalam peningkatan tekanan darah adalah konsumsi natrium yang berlebihan, terutama dari penggunaan garam dapur. Upaya nonfarmakologis yang dapat dilakukan untuk mengendalikan tekanan darah adalah dengan melakukan subtitusi garam biasa dengan garam rendah natrium. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas subtitusi garam biasa dengan garam rendah natrium terhadap penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Rejosari Kota Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan metode quasi eksperimen menggunakan pendekatan pretest–posttest nonequivalent control group. Pasien hipertensi yang dibagi menjadi kelompok intervensi dan kelompok kontrol, masing-masing sebanyak 15 responden, dengan teknik pengambilan sampel probability sampling. Tekanan darah diukur menggunakan sfigmomanometer sebelum dan sesudah intervensi. Analisis data dilakukan menggunakan uji statistik paired test dan independen test. Hasil uji statistik nilai p value tekanan darah sistolik yaitu 0,012 atau <0,05 yang berarti Ha diterima, dapat disimpulkan terdapat perbedaan posttest sistolik pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol dan tekanan darah diastol 0,009 atau <0,05 artinya Ha diterima yang berarti terdapat perbedaan posttest diastolik kelompok intervensi dan kelompok kontrol pada penderita hipertensi primer di Puskesmas Rejosari Kota Pekanbaru. Adanya penurunan tekanan darah yang lebih signifikan pada kelompok yang mendapatkan subtitusi garam rendah natrium dibandingkan dengan kelompok yang menggunakan garam biasa.garam rendah natrium efektif dalam menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi.
Copyrights © 2026