Congestive Heart Failure (CHF ), merupakan kondisi gagal jantung yang menyebabkan penurunan curah jantung, kongesti jaringan, dan berisiko menjadi syok kardiogenik serta penurunan kesadaran (Decrease of Consciousness/DOC). Penelitian ini bertujuan menganalisis optimalisasi posisi semifowler 150 terhadap perubahan parameter hemodinamik pada pasien CHF dengan syok kardiogenik dan ascites di ruang ICU RSUD dr. T.C. Hillers Maumere. Penelitian menggunakan desain studi kasus deskriptif dengan satu subjek, Ny. M.K.B, perempuan 68 tahun, diagnosis CHF NYHA III–IV, penurunan kesadaran, syok kardiogenik, dan ascites. Data dikumpulkan melalui pengkajian fisik, wawancara keluarga, observasi tanda vital, pemantauan hemodinamik, dan dokumentasi rekam medis. Hasil pengkajian pasien tampak sakit berat GCS E3V3M4 tekanan darah 71/41 mmHg, MAP 51 mmHg, nadi lemah, CRT >4 detik, edema pitting +3, ascites, dyspnea, akral dingin, aritmia pada EKG. Masalah keperawatan adalah penurunan curah jantung berhubungan dengan perubahan afterload dan kontraktilitas jantung. Kondisi ini ditandai oleh hipotensi, nadi perifer lemah, edema, dyspnea, perubahan irama jantung, penurunan kesadaran, akral dingin, CRT memanjang, menunjukkan adanya gangguan perfusi jaringan akibat penurunan kemampuan jantung dalam memompa darah secara adekuat. Intervensi keperawatan mandiri (pengaturan posisi semifowler 15°), belum menunjukkan hasil yang maksimal, maka diperlukan tindakan kolaboratif (pemberian vasopressor norephinefrin 0,2 mcg/jam dan dobutamin 5 mcg/jam). Evaluasi menunjukkan pengaturan posisi semifowler 15 0 dan tindakan kolaboratif pemberian vasopressor dapat mempertahankan perfusi jaringan dan perbaikan hemodinamik. Penerapan Evidence-Based Nursing (EBN) menegaskan bahwa kombinasi intervensi mandiri dan kolaboratif diperlukan untuk mempertahankan perfusi jaringan dan stabilitas hemodinamik pasien CHF dengan syok kardiogenik.
Copyrights © 2026