Jurnal Kesehatan Tambusai
Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026

OPTIMALISASI POSISI SEMIFOWLER 15° PARAMETER HEMODINAMIK PASIEN CHF DENGAN SYOK KARDIOGENIK DAN ASCITES DI MAUMERE

Autensia Juliana (Profesi Ners , Fakultas Ilmu Ilmu Kesehatan,Universitas nusa Nipa Maumere)
Yuliana Pitang (Profesi Ners , Fakultas Ilmu Ilmu Kesehatan,Universitas nusa Nipa Maumere)



Article Info

Publish Date
26 Jun 2026

Abstract

Congestive Heart Failure (CHF ), merupakan kondisi gagal jantung yang menyebabkan penurunan curah jantung, kongesti jaringan, dan berisiko menjadi syok kardiogenik serta penurunan kesadaran (Decrease of Consciousness/DOC). Penelitian ini bertujuan menganalisis optimalisasi posisi semifowler 150 terhadap perubahan parameter hemodinamik pada pasien CHF dengan syok kardiogenik dan ascites di ruang ICU RSUD dr. T.C. Hillers Maumere. Penelitian menggunakan desain studi kasus deskriptif dengan satu subjek, Ny. M.K.B, perempuan 68 tahun,  diagnosis CHF NYHA III–IV, penurunan kesadaran, syok kardiogenik, dan ascites. Data dikumpulkan melalui pengkajian fisik, wawancara keluarga, observasi tanda vital, pemantauan hemodinamik, dan dokumentasi rekam medis. Hasil pengkajian  pasien tampak sakit berat  GCS E3V3M4 tekanan darah 71/41 mmHg, MAP 51 mmHg, nadi lemah, CRT >4 detik, edema pitting +3, ascites, dyspnea, akral dingin,  aritmia pada EKG. Masalah keperawatan  adalah penurunan curah jantung berhubungan dengan perubahan afterload dan kontraktilitas jantung. Kondisi ini ditandai oleh hipotensi, nadi perifer lemah, edema, dyspnea, perubahan irama jantung, penurunan kesadaran, akral dingin, CRT memanjang, menunjukkan adanya gangguan perfusi jaringan akibat penurunan kemampuan jantung dalam memompa darah secara adekuat. Intervensi keperawatan mandiri (pengaturan posisi semifowler 15°), belum menunjukkan hasil yang maksimal, maka diperlukan tindakan kolaboratif (pemberian vasopressor norephinefrin 0,2 mcg/jam dan dobutamin 5 mcg/jam). Evaluasi  menunjukkan  pengaturan posisi semifowler 15 0 dan tindakan kolaboratif pemberian vasopressor dapat mempertahankan perfusi jaringan dan perbaikan hemodinamik. Penerapan Evidence-Based Nursing (EBN) menegaskan bahwa kombinasi intervensi mandiri dan kolaboratif diperlukan untuk mempertahankan perfusi jaringan dan stabilitas hemodinamik pasien CHF dengan syok kardiogenik.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

jkt

Publisher

Subject

Dentistry Health Professions Medicine & Pharmacology Nursing Public Health

Description

JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI Adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian kesehatan yang terintegrasi dengan bidang kesehatan Jurnal ini berguna bagi tenaga kesehatan di dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, mahasiswa kesehatan, tenaga pengajar bidang kesehatan lainnya pada umumnya. Jurnal ...