Pemeriksaan kesehatan calon pengantin merupakan upaya promotif dan preventif dalam meningkatkan kesehatan reproduksi sebelum kehamilan. Namun, pelaksanaan program ini masih menghadapi permasalahan berupa belum optimalnya cakupan pelayanan serta adanya kesenjangan akses antar wilayah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan program kesehatan calon pengantin dalam meningkatkan cakupan pelayanan kesehatan reproduksi. Metode yang digunakan adalah deskriptif analitik dengan pendekatan kualitatif, melalui wawancara kepada penanggung jawab program di Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur serta analisis indikator program berdasarkan RPJMN 2025–2029. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemerintah menargetkan peningkatan cakupan skrining kesehatan calon pengantin secara bertahap dari 50% pada tahun 2025 menjadi 70% pada tahun 2029. Pelaksanaan program meliputi edukasi kesehatan reproduksi dan gizi, skrining kesehatan pada calon pengantin perempuan dan laki-laki, serta konseling perencanaan kehamilan sehat. Pendekatan manajemen program dilakukan melalui tahapan intervensi, proses pelaksanaan, output, outcome, hingga dampak. Selain itu, pelaksanaan program didukung oleh regulasi, sistem pencatatan terintegrasi, serta koordinasi lintas sektor untuk meningkatkan efektivitas layanan. Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa program kesehatan calon pengantin berperan penting dalam meningkatkan cakupan pelayanan kesehatan reproduksi dan mendeteksi faktor risiko sejak dini. Optimalisasi pelaksanaan program diharapkan mampu menurunkan kejadian kehamilan berisiko, angka kematian ibu, angka kematian bayi, serta stunting, sehingga berkontribusi terhadap peningkatan kualitas kesehatan keluarga dan generasi mendatang.
Copyrights © 2026